Sebenarnya agak miris juga saat membaca fenomena yang ada di sekitar kita saat semua kembali ke masalah fulus alias uang. tulisan ini merupakan telaah cukup lama yang timbul saat jaman kuliah dulu ketika bertemu dengan kawan-kawan seperjuangan di kampus alias para aktivis yang pada awalnya mereka sangat lantang untuk menentang segala ketidak adilan saat itu, namun ketika sudah jadi orang penting alias pejabat ( yang memiliki jabatan) mereka malah lupa dengan amanah yang telah di emban. senggol sana senggol sini , bikin aturan seenak jidatnya sendiri,terima uang suap dengan alasan setoran ke partainya, korupsi berjamaah dan makin banyak lagi.
Salah satu yang sudah terjadi sekarang adalah saat pendiri salah satu partai di indonesia menggugat partai yang di dirikan olehnya ( nah hlo) padahal partai itu dulunya terkenal bersih , amanah , punya underbow dimana-mana ( meski pada tidak ngaku dulu waktu di tanya) dan sekarang malah justru seperti itu. (maaf saya tidak berani sebut merk nanti justru menimbulkan fitnah dimana-mana)
Waktu event di salah satu pusat lokasi surga dunia yang berada di jakarta barat. Salah satu pegawai BUMN telekomunikasi pernah ngomong ma saya. ” saya tidak mau munafik mas , malah mereka ( menunjuk ke salah satu partai ) justru lebih munafik . apalagi kalau sudah ngomong mengenai tender yang di tunjuk alias rekanan. mereka bisa lebih gila minta komisinya”
Saya sempat kaget saat mendengar hal seperti itu. waduh .. kalau sudah ketemu yang namanya duit bisa gitu ya pak. ternyata oh ternyata kebutuhan, kesenangan, dan rasa malu mungkin bercampur aduk menjadi satu ya. tidak peduli dari latar belakang apa ada yang seperti itu. Jadi orang tidak perlu munafik , jangan terlalu putih , jangan terlalu hitam. abu-abu lah kalau kata teman saya.
Sekarang kembali ke kita semua .
manusia ada yang baik , ada yang jahat. semua kembali ke penilaian kita. Jangan membebankan semua amanah ke satu orang belum tentu kita mampu. Bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat , berusaha ikhlas , dan jadilah diri sendiri ( jangan menggunakan topeng)

